Masih Dilestarikan Hingga Kini, Ini Tradisi dan Ritual Unik Suku Osing Banyuwangi yang Perlu Kamu Ketahui

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 19:20 WIB
Bahasa-Osing
Bahasa-Osing


Portal Banyuwangi - Jauh dari hingar bingar ibu kota, dan derasnya arus globalisasi, sebuah desa di Banyuwangi tak terpengaruh zaman. Dari pakaian, tradisi, bahasa, mereka terus mempertahankan identitasnya. Wong Osing, begitu mereka akrab dikenal.





Bagi kamu yang lahir dan besar di wilayah Jawa bagian wetan alias Jawa Timur, tentunya sudah tak asing dengan adat istiadat, budaya atau kesenian yang ada di Suku Osing tersebut.





Mereka adalah penduduk asli Banyuwangi. Keturunan yang tersisa dari pemerintahan kerajaan Blambangan. Sebuah kerajaan yang menjadi cikal bakal Banyuwangi berdiri. Blambangan juga menjadi kerajaan yang paling lama bertahan terhadap serangan kerajaan Mataram dan VOC. Sekian ratus tahun telah berlalu, Suku Osing hingga kini terus mempertahankan budayanya.





Nama Osing diberikan oleh penduduk pendatang yang menetap di daerah itu pada abad ke-19. Kata Osing memiliki arti 'tidak', hal ini menunjukkan sikap warga yang menolak pengaruh dari luar pada zaman dulu. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Osing yang merupakan turunan dari bahasa Jawa Kuno.





Pada awalnya, masyarakat Osing mayoritas beragama Hindu dan Budha. Namun, setelah berkembangnya kerajaan islam, masyarakat Osing banyak yang beralih memeluk agama Islam. Selain itu, di tengah modernisasi dengan perkembangannya yang kian pesat, Suku Osing di Desa Adat Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil mempertahankan budaya tradisionalnya hingga saat ini.

Halaman:

Editor: Yudha Marhaendra

Tags

Terkini

Terpopuler

X