Memaknai Shalawat Nabi, Gus Baha: Bukti Cinta Pada Rasul Sekaligus Penghambaan kepada Allah

- Senin, 21 Maret 2022 | 12:22 WIB
Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim menjelaskan makna sholawat nabi yang benar (Twitter/Pitik_Walik)
Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim menjelaskan makna sholawat nabi yang benar (Twitter/Pitik_Walik)

Portal Banyuwangi – Membaca shalawat nabi, menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha merupakan bentuk mahabbah atau cinta umat kepada Rasulullah SAW.

Rasul merupakan makhluk terbaik yang layak mendapat azkash sholawat dari Allah. Dengan sholawat, setiap muslim juga menyatakan bahwa Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan Sang Maha Pencipta dan Sang Maha Pemberi yang harus disembah.

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha menjelaskan bahwa membaca shalawat mampu menjadi penyelamat pembacanya pada hari kiamat.

Ini karena ada unsur penjagaan akidah, yaitu mengakui Allah sebagai Tuhan, sekaligus meyakini Nabi Muhammad sebagai makhluk-Nya.

Baca Juga: 8 Butir Pemikiran Penting KH Hasyim Asyari, Pendiri dan Pencetus Resolusi Jihad NU

Menurutnya, dalam redaksi shalawat yang biasa kita baca, yaitu Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad, terdapat dua unsur pengakuan yang agung.

Pertama mengakui Allah SWT sebagai Dzat yang Maha Pemberi, dan kedua mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai kekasih Allah. Betatapun tinggi kedudukan Muhammad di sisi Allah, tetap saja Rasul sebagai hamba Allah.

“Jadi, bacaan shalawat itu menyatakan Allah sebagai (Tuhan) yang memberi dan Muhammad sebagai hamba-Nya,” jelas Gus Baha seperti dikutip Portal Banyuwangi dari NU Online, 21 Maret 2022.

Baca Juga: Menyikapi Perbedaan Mazhab dalam Islam, Hormatilah Ijtihad Para Ulama

Halaman:

Editor: Muhamad Nurcholis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X