Ancaman Nuklir Kian Nyata! Putin Akan Kerahkan 300 Ribu Pasukan Untuk Mobilisasi Parsial

- Kamis, 22 September 2022 | 19:22 WIB
ANCAMAN NUKLIR DARI PUTIN KIAN NYATA! INI PENYEBABNYA! (Twitter/adamJSchwarz)
ANCAMAN NUKLIR DARI PUTIN KIAN NYATA! INI PENYEBABNYA! (Twitter/adamJSchwarz)

Portal Banyuwangi - Perang Ukraina sampai saat ini masih berlangsung dan kedua pasukan dari Ukraina dan Rusia masih berbalas serangan, utamanya di wilayah Kherson.

Pernyataan Presiden Putin masih tetap sama seperti awal dimulainya Invasi Rusia ke Ukraina, bahwa merebut Donbass adalah harga mati.

Pihak dari Barat dan NATO masih bersikukuh ingin mendukung Ukraina dengan mengirimkan Persenjataan dan dana ke Pemerintah Ukraina agar mereka bisa merebut kembali wilayah yang saat ini dikuasai oleh Rusia.

Dari akun Twitter Pemerintah Ukraina, mereka mengklaim telah merebut kembali sebagian besar wilayah Donbass yang dikuasai Rusia.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Dibalik Kesuksesan Industri Kreatif Korea Selatan, Indonesia Bisa Meniru Gak Ya?

Kini, Ancaman Presiden Putin pun mulai menunjukkan keseriusanya. Dilansir dari berbagai sumber, kini Putin akan mengerahkan 300 ribu pasukkan Rusia yang mereka sebut sebagai Mobilisasi Parsial.

Ditengah, rencana Refrendum wilayah Donbass yang akan segera bergabung ke Federasi Rusia, Putin memberi Pernyataan, "Senjata nuklir Rusia bukan bukanlah gertakan. Kami akan menggunakan segala cara untuk melindungi kedaulatan dan keamanan Negara dan Rakyat kami," tegas Putin

Seperti yang dikutip dari akun twitter @privetbro1, Presiden Putin memperingatkan bahwa tidak perlu menekan Rusia dengan senjata nuklir - angin bertiup bisa berbalik ke arah lain. 

Federasi Rusia menggunakan semua cara yang tersedia untuk melindungi dirinya sendiri, dan ini bukan gertakan.

Baca Juga: Masyaallah! Ternyata Indonesia Memiliki Waliyullah Terbanyak Setelah Yaman, Ini Faktanya...

Ancaman nuklir dari Putin tersebut menuai kecaman dari Para Pemimpin negara-negara Barat.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendesak Dewan Keamaan PBB harus segera mengeluarkan Rusia dari Keanggotaan.

Pemimpin Uni Eropa mendesak untuk segera dijatuhkan sanksi tambahan untuk Rusia.*** (Fauji Winata)

Editor: Mohammad Syahid Satria

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X