Diburu Hingga Dijadikan Pertunjukan, Ini Awal Mula Kepunahan Harimau Jawa

- Senin, 8 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Awal Mula Kepunahan Harimau Jawa
Awal Mula Kepunahan Harimau Jawa

Baca Juga: Benarkah Ada Harimau Jawa di Gunung Raung? Warga: Saya Melihat dengan Mata Kepala Sendiri!

Harimau yang diburu dan masih hidup diikutsertakan dalam pertunjukan yang bernama "Rampokan Macan", pertunjukan tersebut mengadu Harimau Jawa dengan banteng. 

Rampokan Macan bertujuan untuk hiburan masyarakat Jawa sekaligus membuat Harimau Jawa kalah dan mati karena serangan dari banteng yang memiliki badan lebih besar. 

Pada masa kolonial Belanda, orang Belanda yang bosan menghibur diri mereka dengan berburu Harimau Jawa di hutan, hal tersebut mendapat respon positif dari warga pribumi karena hewan tersebut dianggap berbahaya. 

Selain untuk hiburan, berburu Harimau Jawa juga bertujuan untuk mengambil kulitnya karena kulit harimau memiliki harga tinggi jika di jual di Eropa.

Baca Juga: Dinyatakan Punah, Ternyata Pernah Nongol di hutan Gunung Raung! Harimau Jawa alias Mbah Loreng

Harimau Jawa hasil buruan yang masih hidup kemudian dimasukan ke dalam kandang dan dikirim ke Eropa untuk menambah koleksi hewan di kebun binatang Eropa. 

Karena perburuan besar - besaran tersebut, Harimau Jawa menjadi langka dan pada tahun 1940 diadakan upaya untuk melestarikan Harimau Jawa dengan membangun Taman Nasional. 

Pada tahun 1950, populasi Harimau Jawa yang terdata hanya 25 ekor kemudian pada tahun 1972 jumlah Harimau Jawa yang terdata menyusut menjadi hanya 7 ekor. 

Kemudian pada tahun 1979 jumlah populasi Harimau Jawa hanya tinggal 3 ekor dan pada akhirnya Harimau Jawa dinyatakan sudah habis atau punah pada tahun 1980-an.

Halaman:

Editor: Mohammad Syahid Satria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X