SADIS! Ini Tradisi Rampokan Macan Penyebab Punahnya Harimau Jawa

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 07:00 WIB
Ilustrasi Punahnya Harimau Jawa akibat Tradisi Sadia Rampokan (Freepik /vladimircech)
Ilustrasi Punahnya Harimau Jawa akibat Tradisi Sadia Rampokan (Freepik /vladimircech)
 
Portal Banyuwangi - Harimau Jawa atau nama ilmiahnya Panthera Tigris Sondaica merupakan harimau yang memiliki tubuh lebih kecil dibanding harimau yang ada di Afrika. 
 
Pada abad ke 19, Harimau Jawa banyak ditemukan berkeliaran di hutan - hutan Jawa, namun pada tahun 1980-an Harimau Jawa dinyatakan sebagai hewan yang sudah punah. 
 
Awal mula kepunahan Harimau Jawa adalah ketika masyarakat Jawa jaman dulu memperluas lahan pertanian dan pemukiman mereka sehingga menggerus habitat Harimau Jawa
 
Hal tersebut membuat Harimau Jawa masuk ke wilayah manusia kemudian memangsa ternak bahkan manusia sehingga Harimau Jawa diracun dan diburu oleh masyarakat.
 
 
Pemerintah Kerajaan Mataram pada saat itu menyiapkan hadiah sebesar 10 - 50 Gulden (mata uang Belanda) kepada siapa saja yang mampu menangkap Harimau Jawa
 
Harimau Jawa tersebut kemudian diikutsertakan dalam pertunjukan bernama Rampokan Macan yang artinya menyerang harimau secara beramai - ramai. 
 
Rampokan Macan terdiri dari 2 babak, babak pertama di sebut Sima Maesa yaitu Harimau Jawa dipertarungkan dengan seekor kerbau atau banteng di dalam sebuah kandang. 
 
Apabila Harimau Jawa masih bertahan hidup, maka dilanjutkan ke babak kedua yang disebut Rampokan Sima yaitu Harimau Jawa diletakan di dalam lingkaran barikade pria bersenjatakan tombak panjang.
 
 
Apabila Harimau Jawa mencoba melarikan diri dengan menembus barikade, maka pria bersenjatakan tombak tersebut akan menyerang Harimau Jawa dengan tombak sampai terluka dan mati. 
 
Apabila Harimau Jawa hanya diam saja di tengah, maka orang - orang akan berteriak agar Harimau Jawa ketakutan atau mereka akan melempar petasan besar agar Harimau Jawa tidak diam saja. 
 
Rampokan Macan biasanya diadakan di Alun - Alun Kerajaan setiap 7 hari setelah lebaran, acara tersebut bertujuan untuk hiburan masyarakat Jawa dulu. 
 
Selain untuk hiburan, acara Rampokan Macan dipercaya mampu menjadi penolak bala dari wabah dan musibah, oleh karena itu Rampokan Macan disebut juga sebagai acara Kurban Jawa.
 
 
Hal yang menyedihkan dalam tradisi Rampokan Macan ini adalah banyaknya Harimau Jawa yang dikorbankan menjadikan populasinya menurun drastis kemudian punah. 
 
Rampokan Macan tidak hanya mengorbankan Harimau Jawa saja, tetapi juga jenis kucing - kucing besar lainnya seperti macan tutul dan macan kumbang. 
 
Oleh karena itu pada tahun 1905, tradisi Rampokan Macan benar - benar berakhir karena mendapat larangan dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. 
 
Dari tradisi tersebut kita belajar agar tidak mengulangi kesalahan orang - orang terdahulu yang menjadikan kita kehilangan satwa endemik yaitu Harimau Jawa. ***

Editor: Mohammad Syahid Satria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X