Filosofi Tari Gandrung Banyuwangi, Tarian Khas Yang Penuh Makna Dan Sejarah

- Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:18 WIB
Tari Gandrung Khas Banyuwangi (Instagram/badbudi)
Tari Gandrung Khas Banyuwangi (Instagram/badbudi)

Portal Banyuwangi - Tari Gandrung dikenal sebagai salah satu Tarian Khas Banyuwangi yang menyajikan berbagai gerakan tradisional yang memiliki ciri khas.

Dahulu, sebenarnya Tari Gandrung Banyuwangi diperankan oleh penari laki-laki, yang setelah mengikuti perkembangan, akhirnya ditarikan oleh laki–laki dan perempuan.

Tari Gandrung Banyuwangi ini, menjadi ikon dari Kabupaten Banyuwangi. Di sisi lain, tarian ini merupakan bukti adanya perhelatan seni budaya yang berasal dari kehidupan nyata zaman Kerajaan Blambangan

Tari Gandrung Banyuwangi saat ini dijadikan sebagai pemikat wisatawan untuk berwisata di Banyuwangi.

Baca Juga: Misteri Patung Penari Gandrung di Alas Gumitir Banyuwangi, Konon Bisa Bergerak Sendiri secara Aneh

Arti dari istilah kata Gandrung dimaknai sebagai wujud takjub. Rasa takjub tersebut dahulu ditujukan takjubnya masyarakat Blambangan yang dominan di bidang pertanian kepada Dewi Sri, dimana nama masyhurnya yaitu Dewi Padi.

Hal tersebut dianggap dapat memberikan kebahagiaan kepada masyarakat. Tak heran, dengan cara menari itulah masyarakat mengungkapkan rasa syukurnya setelah habis panen sebagai bentuk kesejahteraan serta hiburan.

Gerakan Tarian Gandrung sendiri sangat kreatif dan beragam. Mulai dari gerakan titik tumpu, kemudian gerakan ngangkruk, gerak persendian yang memuat deleg duwur,deleg nduwur dinggel, deleg manthuk, deleg layangan,dan deleg gulu.

Selain itu, juga terdapat  gerak persendian bahu yang memuat jingket dan egol. Disamping itu terdapat juga gerak jari yang memuat jejeb, ngeber dan cengkah.

Halaman:

Editor: Mohammad Syahid Satria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X