Tragedi Berdarah Ninja Banyuwangi 1998, Ratusan Orang Tewas dalam Pembunuhan Berantai, Bikin Merinding!

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 14:04 WIB
Tangkapan layar ketengangan ketika terjadi tragedi berdarah oleh Ninja Banyuwangi (youtube/Dunia Perang)
Tangkapan layar ketengangan ketika terjadi tragedi berdarah oleh Ninja Banyuwangi (youtube/Dunia Perang)

Portal Banyuwangi - Tragedi pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Ninja Banyuwangi pada tahun 1998, meninggalkan memori yang kelam. Karena meskipun peristiwa tersebut sudah tidak terjadi lagi, sampai sekarang dalang dibalik peristiwa pembantaian tersebut masih menjadi teka-teki.

Peristiwa pembantaian oleh Ninja Banyuwangi dimulai pada bulan Februari 1998, awalnya pembunuhan ini dianggap kasus biasa. Namun, ternyata kejadian tersebut adalah awal dari kasus pembunuhan berantai.

Satu demi satu, korban pembunuhan yang dilakukan oleh Ninja Banyuwangi lainnya ditemukan, masyarakat Banyuwangi mulai merasa khawatir di situasi yang mencekam tersebut. Mulanya, korban pembunuhan adalah kalangan dukun santet yang mempraktikkan ilmu hitam, namun lama-kelamaan korbannya beragam.

Terdapat guru ngaji, dukun penyembuh (suwuk), dan tokoh-tokoh masyarakat. Akhirnya, pemerintah daerah secara serius menangani kasus pembantaian ini.

Baca Juga: Urban Legend: Kisah Wirjo Pembunuh Sadis Dari Banyuwangi, Tak Segan Meminum Darah Korban Pertamanya!

Bupati yang bertugas saat itu, Kolonel Polisi (Purn) HT. Purnomo Sidik memberikan perintah kepada seluruh aparat pemerintahan untuk mulai mendata tokoh spiritual atau yang memiliki kemampuan supranatural.

Setelahnya, dilakukan pengamanan terhadap orang-orang tersebut. Namun, nahasnya pendataan yang dilakukan dan dikeluarkan melalui radiogram—oleh Bupati ini malah menjadi sebab pembunuhan semakin menyebar.

Diduga radiogram ini diketahui oleh oknum Ninja Banyuwangi, puncaknya 2 sampai 9 orang terbunuh dalam waktu sehari saja.

Sekelompok oknum berpakaian serba hitam dan penutup wajah seperti Ninja ini, meneror penjuru Banyuwangi, bahkan ke wilayah lain seperti Situbondo, Bondowoso, Sidoarjo dan sekitarnya.

Baca Juga: Ihh Seram, 5 Perairan Paling Angker di Indonesia Salah Satunya Selat Bali, Hati-Hati Saat Melintas!

Para Ninja ini menggunakan senjata seperti sabit atau parang. Kelompok ini sangat terlatih juga sistematis ketika melancarkan aksinya, bahkan, mereka menggunakan semacam walkie talkie ketik melancarkan aksinya. Modus operandinya adalah dengan menandai rumah target dengan tanda silang, dan memadamkan aliran listriknya.

Cara membunuh korban pun tergolong sangat sadis, korban yang terbunuh sering ditemukan dalam kondisi tercabik, tulang yang patah, dan kepala pecah. Banyak korban yang diseret, dikalungi tali, setelahnya dipukuli hingga tewas.

Akibat dari serangkaian teror Ninja Banyuwangi ini, menyebabkan kepanikan masal seantero Banyuwangi. Masyarakat memilih tidur di teras rumah, dan para warga bergantian berjaga di kampung-kampung, dengan mempersenjatai diri dengan alat seadanya.

Halaman:

Editor: Mohammad Syahid Satria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X