Soal Hak Cipta, Gojek dan Nadiem Dituntut 24 Triliun

- Kamis, 6 Januari 2022 | 00:13 WIB
GOJEK dan Nadiem Dituntut 24 Triliun soal hak cipta (Antara/HO GoJek)
GOJEK dan Nadiem Dituntut 24 Triliun soal hak cipta (Antara/HO GoJek)

Portal Banyuwangi - Di awal tahun 2020, PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan Nadiem Makarin telah digugat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang kaitannya dalam tuntutan ganti rugi.

Dikutip oleh Portal Banyuwangi dari instagram @smartlegalid (3 Januari 2022), dimana dalam postingan tersebut, gugatan tersebut dilakukan oleh Hasan Azhari atau Arman Chasan yang meminta ganti rugi sebesar 10 miliar dan royalti dengan besar 24,9 trilian.

Penggugat mengajukan gugatan kepada PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) tersebut dilakukan dengan dalil “hak cipta”.

Dimana Hasan Azhari yang merupakan Penggugat merasa sebagai penemu ojek online yang sudah pernah melakukan pemasaran jasa ojeknya.

Baca Juga: Khusus Pengguna Baru, Intip Voucher Gojek Di Bulan Januari 2022, Diskon Besar

Baca Juga: Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 23 Di Buka Akhir Januari 2022, Ikutin Tips Ini Biar Lolos

Selain itu penggugat, Hasan Azhari beranggapan sudah melakukan pemasaran ojek online melalui situs blogger sehingga menuntut adanya ganti rugi dan royalty kepada PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) atas alasan tersebut.

Ternyata dalam caption postingan @smartlegalid (3 Januari 2022) terkait dengan hak cipta di Indonesia, hak cipta menganut sistem deklaratif (first to announce) yang bermakna bahwa siapa yang melakukan publikasi atas adanya suatu karya di masyarakat maka dialah yang nantinya menjadi pencipta serta akan mendapatkan perlindungan hukum.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, Hanya Pakai HP Bisa Daftar Akun Kartu Prakerja Gelombang 23, Buka Di Awal Tahun 2022

Halaman:

Editor: Mohammad Syahid Satria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X