Kenali Definisi Kasus Cacar Monyet, Kementerian Kesehatan RI: Jajaran Kesehatan Harus Waspada!

- Rabu, 1 Juni 2022 | 16:16 WIB
Kemenkes RI mengumumkan definisi kasus cacar monyet dan meminta jajaran kesehatan untuk lebih waspada. (Dado Ruvic/Reuters)
Kemenkes RI mengumumkan definisi kasus cacar monyet dan meminta jajaran kesehatan untuk lebih waspada. (Dado Ruvic/Reuters)

Portal Banyuwangi – Definisi kasus cacar monyet dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 27 Mei 2022 di laman resminya.

Publikasi definisi kasus cacar monyet ini didorong oleh adanya fakta bahwa kasus ini muncul di beberapa negara, seperti Australia, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Amerika.

Beberapa definisi kasus cacar monyet ini ditetapkan oleh Kemenkes RI untuk membedakan kelompok pasien yang terkena virus ini.

Berikut adalah pemaparan mengenai definisi yang dimaksud. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, inilah definisi kasus cacar monyet.

Baca Juga: Heboh Pengibaran Bendera LGBT, Kemenkes Menganggap Pelaku sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan

1. Suspek
Merupakan orang dengan ruam akut (papula, vesikel dan/atau pustula) yang tidak bisa dijelaskan, yang terjadi pada negara non endemis.

Orang dalam kategori suspek memiliki satu atau lebih gejala seperti sakit kepala, demam akut di atas 38,5 derajat Celsius, nyeri otot/Myalgia, Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), sakit punggung, dan asthenia (kelemahan tubuh).

2. Probable
Merupakan seseorang yang memenuhi kriteria suspek, dan memenuhi kriteria antara lain:

a. Memiliki hubungan epidemiologis (paparan tatap muka, termasuk petugas kesehatan tanpa APD); pernah kontak fisik langsung dengan kulit atau lesi kulit, termasuk kontak seksual; atau kontak dengan benda yang terkontaminasi, seperti tempat tidur, pakaian atau peralatan pada kasus probable atau konfirmasi pada 21 hari sebelum timbulnya gejala.

Baca Juga: Bantah Vaksinasi COVID 19 Dikaitkan dengan Hepatitis Akut Pada Anak, Kemenkes: Itu Tidak Benar!

Halaman:

Editor: Taufik Hidayat Karepesina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X