Pasca Tragedi Kanjuruhan, BEM Pesantren Desak Kapolri Copot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang

- Senin, 3 Oktober 2022 | 14:35 WIB
Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se Indonesia, Muhammad Naqib Abdullah
Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se Indonesia, Muhammad Naqib Abdullah

Portal Banyuwangi - Saat ini sepak bola Indonesia kembali mengalami tregedi paling mengerikan dalam sejarah. Tewasnya 100 orang lebih supporter dari klub sepak bola Indonesia Arema FC, membuat luka yang dalam bagi dunia sepak bola Indonesia.

Tragedi ini diawali dengan rasa kekecewaan dari supporter Arema FC yang tim kesayangannya sedang mengalami kekalahan pasca pertandingannya melawan Persebaya FC, Sabtu (1 Oktober 2022).

Aparat kepolisian tidak lagi dapat membendung kericuhan yang terjadi di lapangan, sehingga pihak kepolisian menembakkan gas air mata dan terlihat dalam beberapa video amatir dari penonton juga memukuli pihak supporter.

Akibatnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Menpora dan PSSI untuk menghentikan sementara liga 1. Dan khusus kepada Kapolri, Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini.

Baca Juga: Ratusan Nyawa Melayang Bahkan Sang Ibu Harus Kehilangan Buah Hatinya Pasca Pertandingan Arema VS Persebaya

Hal ini ditanggapi oleh Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se Indonesia, Muhammad Naqib Abdullah.

“Saya turut prihatin atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang ini. Sebagai aparat kepolisian yang sesungguhnya bertugas untuk memberi keamanan dan mengayomi masyarakat malah terkesan arogansi dan menyiksa rakyatnya,” sambung Gus Naqib saat dikonfirmasi Senin, (2 Oktober 2022)

Seperti diketahui data sejauh ini, setidaknya ada 174 orang meninggal dan 300 orang terluka pada tragedi Stadion Kanjuruhan tersebut.

“Ketidak tegasnya pimpinan kepolisian Daerah Jawa Timur yakni Irjen Nico Afinta dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dalam memberikan arahan dan instruksi kepada apparat yang di bawahnya, saya mendesak kepada Bapak Kapolri untuk mengevaluasi dan mencopot jabatan mereka. Hal ini sebagai wujud pertanggung jawaban pasca tragedi Kanjuruhan ini,” ujar Gus Naqib.

Halaman:

Editor: Mohammad Syahid Satria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X