Kenapa Islam Melarang Mengeluh? Gus Baha: Tetaplah Ridho Apapun Pemberian Tuhan

- Selasa, 5 April 2022 | 07:05 WIB
Gus Baha
Gus Baha

Portal Banyuwangi - Setiap orang tentu pernah gelisah, susah, dan mengeluh. Namun, hal-hal manusiawi itu dilarang dalam Islam. Kenapa demikian? Begini kata Gus Baha.

Gus Baha mengingatkan ciri seorang wali, orang yang menjadi kekasih Allah SWT, tidak pernah gelisah, susah, atau  mengeluh.

"Seorang wali akan senantiasa senang dalam hidupnya. Ia selalu ridho pada takdir dan ketentuan dari Allah. Ridho pada apa yang menjadi qodho dan qodarnya Allah. Jadi tak terbesit sedikitpun untuk gelisah, susah dan  mengeluh pada Allah SWT," ujar Gus Baha seperti dilansir Portal Banyuwangi dari kanal Youtube Konstitusi Ilmu Media, Senin 16 Januari 2022.

Gus Baha yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah ini menjelaskan, sifat orang yang gelisah, susah dan mengeluh itu seolah-olah tidak ridho pada ketentuan Allah SWT.

Baca Juga: Gus Baha: Bacaan Yasin, Doa, dan Amalan, Akan Sampai ke Orang Tua di Alam Kubur

Oleh karena itu, menurutnya, semua perasaan tidak senang pada hidup seperti itu harus dibuang jauh-jauh dari pikiran. "Kita harus paksa untuk tidak susah. Meski keadaan lagi miskin, tetap kita buat senang. Apapun itu, karena memang semuanya sudah ditetapkan sebagai Qodho dan Qodar," ucap Gus Baha.

Semua rezeki itu datang dari Allah SWT. Banyak orang yatim piatu yang tak mendapat warisan akhirnya bisa kaya. Juga banyak contoh-contoh lainnya yang menegaskan bahwa semua rezeki tak bisa ditentukan oleh manusia.

Itu semua, lanjut Gus Baha karena Allah SWT yang mengatur dan bukannya diatur. Allah tak bisa diatur. Kenapa agama Islam itu tidak mati? Karena Allah SWT yang menjadikannya hidup terus sampai akhir zaman.

Baca Juga: Begini cara Meyakini Qadha dan Qadhar Yang Benar, Gus Baha: Jangan Jadikan Justifikasi Kesalahan

Halaman:

Editor: Muhamad Nurcholis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X