Beresiko Stunting, Berat Badan Anak di Kurva Hijau KMS Belum Tentu Aman! Simak Penjelasannya

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 21:33 WIB
dr Meta Hanindita (Instagran @metahanindita)
dr Meta Hanindita (Instagran @metahanindita)

Portal Banyuwangi - Artikel ini berisi tentang penjelasan dokter spesialis anak, Meta Hanindita yang menjelaskan tentang berat badan pada anak, khususnya balita yang ada di kurva hijau pada Kartu Menuju Sehat (KMS) nya namun belum tentu aman. 

Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah catatan grafik perkembangan anak yang diukur berdasarkan umur, berat badan, dan jenis kelamin anak. Catatan ini dibuat sejak anak baru lahir hingga tamat usia balita atau 5 (lima) tahun.

Status gizi anak, khususnya di bawah 2 tahun dapat dilihat melalui grafik pada KMS. Warna pada grafik tersebut, dibedakan sesuai jenis kelamin. 

Pada grafik terdapat 3 pita dengan warna yang berbeda, yaitu:

  • Hijau menandakan normal,
  • Kuning hingga merah menandakan kurang gizi, dihimbau agar orang tua segera memperbaiki,
  • Merah hingga hitam menandakan gizi buruk sehingga dapat dirujuk ke Puskesmas.

Baca Juga: Lee Byung Hun Berikan Dukungan Saat Shin Min Ah Terpuruk di Episode 11 dan 12 Our Blues

Baca Juga: Spoiler Our Blues Episode 11 12: Konflik Han Ji Min dengan Rekan Penyelam Semakin Panas!

Dengan penjelasan secara umum di atas, banyak orang tua yang menganggap aman jika anaknya berada dalam kurva hijau pada KMS meskipun berat badan anak tidak bertambah.

Dokter spesialis anak RS dr Soetomo Surabaya dan Rumah Sakit Bedah Surabaya, Meta Hanindita memberikan penjelasan perihal kondisi ini pada Reels Instagram pribadinya @metahanindita. 

Dokter cantik asal Bandung ini meminta para orang tua agar tetap mewaspadai tren pertambahan berat badan anak. 

Halaman:

Editor: Mohammad Syahid Satria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X