Tingkatkan Produktivitas Ternak Kambing, Tim PKM Poliwangi dan UNSIKA Inovasikan Teknologi Complete Feed Block

- Minggu, 25 September 2022 | 13:16 WIB
Proses pembuatan Complete Feed Block (Istimewa)
Proses pembuatan Complete Feed Block (Istimewa)

Portal Banyuwangi - Kolaborasi Tim Dosen dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) dan Universitas Singaperbangsa Karawang mengusulkan suatu alternatif solusi kepada mitra peternak kambing di Desa Bulusari Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Sabtu, (10 September 2022).

Kolaborasi ini diketuai oleh Mohammad Abdul Wahid, S.T., M.T. (Program Studi Teknik Mesin) dengan anggota Nadia Maharani, S.Pt., M.Si (Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak), Sefri Ton, S.ST., M.M (Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak), Dr. Umi Nuraini, S.Pd., M.Si dosen Universitas Singaperbangsa Karawang pada Program Studi Teknik Industri dan dibantu oleh 2 orang mahasiswa dari Program Studi Teknologi Hasil Ternak yaitu Gery Fernadi dan Aulia Rachmany Mochtar.

Alternatif solusi yang diberikan dari program PKM ini adalah Complete Feed Block, sebuah teknologi pakan fermentasi yang terbuat dari bahan lokal untuk membantu para peternak kambing dalam membuat pakan inovatif yang kaya nutrisi, dengan waktu pembuatan yang singkat dan penyimpanan lama serta dapat meningkatan produktivitas ternak di desa Bulusari. Bahan dasar lokal dipilih sebagai bahan dasar dalam pembuatan pakan complete feed block untuk memudahkan dalam upaya berkeberlanjutan teknologi pakan ini di tersebut.

pelatihan pembuatan complete feed block berbasis bahan lokal untuk peningkatan produktivitas ternak kambing di desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi (Istimewa)

Inovasi tersebut lahir, melihat bahwa pakan merupakan komponen penting dalam bidang peternakan dengan hampir 80% biaya produksi digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ini. Pakan umumnya didapatkan dari hijauan seperti daun jagung, rumput-rumputan, atau jerami melalui kegiatan menyabit rumput, ngarit, yang dilakukan setiap hari.

Baca Juga: Alhamdulillah! 10 kali WTP, Banyuwangi Sabet Penghargaan dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani

Permasalahan muncul ketika pemenuhan jumlah dan kualitas pakan sangat bergantung pada banyaknya curah hujan dan sinar matahari pada waktu tersebut. Indonesia memiliki dua musim yaitu penghujan dan kemarau. Musim penghujan jumlah pakan hijauan sangat melimpah tetapi kualitasnya sangat rendah. Kualitas hijauan pada musim penghujan memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Sedangkan pada musim kemarau hampir sulit menemukan hijauan dan kualitas airpun tidak begitu baik. Hal ini menyebabkan pemenuhan nutrisi bagi ternak kurang optimal.

Permasalahan lain adalah pakan hijauan tidak dapat disimpan dalam waktu lama, maksimal 2 hari. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan pakan bagi hewan ternak melalui kegiatan ngarit harus dilakukan setiap hari. Menurut Tim Dosen hal ini bukan merupakan solusi yang tepat.

Desa Bulusari dipilih sebagai lokasi program PKM kali ini, dikarenakan kurang lebih 884 jiwa warga desa setempat bekerja di bidang peternakan. Peternakan sapi dan kambing yang dilakukan oleh masyarakat desa Bulusari selalu diintegrasikan dengan pertanian. Hal ini terkait dengan kebutuhan pakan. Masyarakat selepas bekerja di kebun selalu mencari pakan untuk ternaknya.

Halaman:

Editor: Mohammad Syahid Satria

Sumber: Press Release

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X