OPINI: Benarkah Konfercab PMII Jember Murni Kepentingan Kaderisasi?

- Senin, 28 November 2022 | 17:51 WIB
OPINI: Benarkah Konfercab PMII Jember Murni Kepentingan Kaderisasi? (Bagaskara Dwy Pamungkas /Demisioner Ketua Komisariat PMII UIJ)
OPINI: Benarkah Konfercab PMII Jember Murni Kepentingan Kaderisasi? (Bagaskara Dwy Pamungkas /Demisioner Ketua Komisariat PMII UIJ)

Portal Banyuwangi - Gelaran Konferensi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Jember, idealnya menjadi a show of the power of ideas, yang muaranya mampu menjadi proses yang dapat mengurai berbagai problem "pelik" di internal kelembagaan, atau secara general dapat mengatasi seluruh enigma yang ada di Kabupaten Jember.

Bukan lagi sunnah atau makruh bagi seluruh kader PMII untuk mengamalkan nilai-nilai yang termaktub dalam tujuan PMII, melainkan sifatnya wajib. Termasuk juga pada proses konfercab kali ini.

Tujuan ber-PMII adalah "Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah swt, berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia".

Ada beberapa kata kunci dari tujuan PMII tersebut; Muslim Indonesia, bertaqwa, berbudi luhur, berilmu, cakap, mengamalkan ilmunya, serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan.

Adapun kata kunci tersebut, setiap kalimat mengandung makna yang cukup dalam. Hal tersebut sudah sepatutnya terinternalisasi sekalgus teraktualisasi disetiap gerak pikiran dan laku masing-masing individu kader.

Yang kemudian menjadi konstruk berpikir utama seorang aktivis PMII. Agar supaya, kader tidak mudah tergelincir dalam memahami tafsiran-tafsiran agama, sekaligus pengejawantahan sakralitas perjuangan.

Karena apa yang kemudian telah tersusun rapi dalam tujuan PMII tersebut, sudah banyak memberikan seseorang gambaran terkait bagaimana cara menjadi seorang aktivis pergerakan yang "sangar" dalam ruang-ruang sosial.

Namun juga tidak mengesampingkan peranan individu sebagai insan agamis. Antara lain, tujuan PMII tersebut menitikberatkan pengetahuan bagi seorang kader, pemahaman keagamaan yang baik sebagia masyarakat muslim Indonesia yang pluralis, cakap dalam menanggapi permasalahan sosial, sekaligus memiliki sepirit perjuangan untuk kedaulatan Bangsa Indonesia.

Dilain sisi, PMII yang merupakan organisasi berbasis kaderisasi, pastinya diberbagai level struktur kepengurusan, tidak boleh mandek dalam melaksanakan kerja-kerja pedagogis.

Halaman:

Editor: Nawang Sawitri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PENZIARAHAN DIRI

Rabu, 22 Juni 2022 | 15:15 WIB

MENZIARAHI PENZIARAHKU I

Rabu, 15 Juni 2022 | 20:57 WIB

DI SISIMU AKU MENDIAM

Rabu, 15 Juni 2022 | 20:53 WIB

Membangun Jaringan Digitalisasi Gerakan

Kamis, 12 Mei 2022 | 20:09 WIB

Bermedia Sosial di Bulan Suci Ramadhan

Selasa, 12 April 2022 | 15:32 WIB

Wadas Tertindas Aparat Semakin Melindas

Senin, 14 Februari 2022 | 23:05 WIB

Mengapa Soundcloud Yang Populer Itu Ditinggalkan

Kamis, 13 Januari 2022 | 19:00 WIB

Nilai dan Manfaat Ganja Dalam Dunia Medis

Rabu, 12 Januari 2022 | 23:37 WIB

Pengabdi Setan dan Dering Suara Lonceng Ibu

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:19 WIB

Problematika Gadget Pembentuk Karakter Anak

Selasa, 11 Januari 2022 | 09:38 WIB

Terpopuler

X